Feeds:
Posts
Comments

Alhamdulillah sdh 2 thn usia pernikahan kita, trm ksh syg sudah jadi istri dan ibu yang luar biasa buat ayah dan Aulia..*we love u.. – with Merissa

View on Path

Aulia 8 Bulan

Sehat terus ya nak.. amiin.. – with Merissa

View on Path

Aulia Berhijab

Buletnyaaaa… *sehat terus ya nak.. amiin.. – with Merissa

View on Path

Aulia 7 Bulan

Sehat terus ya nak… *fotokemaren – with Merissa

View on Path

My lovely girls

My lovely girls.. :* – with Merissa

View on Path

cerita sebelumnya…

Setelah istri mengalami keguguran, saya makin hati – hati menjaga istri. Kemungkinan utama penyebab keguguran adalah istri lelah selama perjalanan ke kantor. Bayangin aja orang hamil dibonceng naik vixion yang jok belakangnya setinggi itu.. Belum getaran yang timbul akibat jalan yang tidak rata atau angin jalanan yang tentunya gak baik untuk ibu hamil.

Kami sering berdiskusi, pengen segera menyudahi acara naik motor setiap hari itu. Kami tidak ingin istri keguguran untuk kedua kalinya. Pilihannya tinggal dua, cari kontrakan deket kantor atau beli mobil.

Saya sudah berusaha cari kontrakan di deket kantor. Sama seperti waktu saya masih single dan berusaha cari kontrakan dan kost deket kantor tidak pernah dapet. Hampir semuanya tidak layak huni. Tidak anda ventilasi lah, bekas gempa lah, jalan rusak lah, air sumur yang tidak ada, dll. Namanya juga di kampung, hehe ..  jadi tinggal satu pilihan.. beli mobil!! Duitnya? nah itu yang masih dipikirin.. :D

Setiap kali kami berangkat atau pulang kerja, kami seringkali berdoa dan bersholawat setiap kali ada mobil keren yang ada di depan motor kami. Grand Livina, Ertiga, Xtrail, CRV.. Pajero Sport, Syukur2 ada Range Rover Evoque.. hihihi maunya yang mahal2 semua sih.. haha.. *berharap Allah SWT memberikan kemudahan untuk dapet salah satunya.. :)

….

Alhamdulillah Allah SWT mengijinkan, keinginan punya mobil terpenuhi.. *demi menjaga kandungan istri berikutnya, calon anak ayah dan bunda..

Pasca Menikah

cerita sebelumnya…

Alhamdulillah setelah melalui perjuangan yang berat (emangnya angkat besi) akhirnya saya menikah, di usia menuju 27 tahun. Dulu pengennya nikah di usia 24 tahun, tapi Allah SWT kasih ijinnya 2-3 tahun kemudian.. :D

Setelah menikah ternyata kita dihadapkan dengan banyak persoalan. Persoalan yang paling menghantui datang dari kantor tempat kerja. Saya dan istri merupakan pegawai dari salah satu BUMN di Indonesia, yang kala itu belum beres otak-atik aturan soal perkawinan sesama pegawai. Dulu pernah diberlakukan larangan perkawinan sesama pegawai, tapi kemudian dicabut, terus dipasang, terus dicabut lagi. Nah pas kita mau nikah tuh pas aturan tersebut diberlakukan. Jadi sebenernya kita tau konsekuensinya kalo nekat nikah juga. :)

Sebenarnya aturan perusahaan itu masih lemah, dikarenakan aturan dikeluarkan tanpa kesepakatan dari serikat pekerja, sehingga kekuatan hukumnya masih lemah. Ada sekitar 150 pasang pegawai (sekitar 300 orang) di seluruh Indonesia yang galau mau nikah akibat aturan tersebut. Kami berdua juga demikian, tapi setelah hati kita mantab, ya sudah Bismillah.. kita menikah. Toh menikah itu ganjarannya lebih dari sekedar harta/tahta/wanita/jabatan/pekerjaan yang kita terima di dunia kok. Setengah dien.. sekali lagi.. setengah dien.. masih gak mau ??

Setelah menikah pihak manajemen memanggil kami dan meminta kami untuk mengundurkan diri salah satu. Jawaban kami kala itu, tidak.. kami berdua tidak ada yang mau mengundurkan diri. Pertimbangan kami karena aturan perusahaan ini belum sepenuhnya kuat secara hukum. Tapi apa boleh buat namanya manajemen, ya harus patuh sama aturan perusahaan. Jadinya salah satu dari kami diberhentikan. Sudah bisa ditebak sapa yang diberhentikan ?! Ya, istri yang diberhentikan. Pertimbangan manajemen adalah istri yang lebih terakhir diterima di perusahaan, jadi dianggap masih banyak kesempatan untuk berkarir di tempat lain.

Saya dan istri sangat terpukul dan menyiapkan mental sampai surat keputusan itu benar-benar dibuat dan diserahkan ke istri. Kadang masih teringat susah payahnya ikut 7 tahapan tes untuk bisa masuk perusahaan ini. Sekarang sudah masuk malah mau diberhentikan. -Sabar ya bun..-  Selama surat keputusan itu belum turun, Alhamdulillah banyak hal yang membuat kami ceria kembali, terutama istri.

Istri hamil..

Kami jalani hari dengan penuh keceriaan. Yang jadi pikiran saya saat itu adalah bagaimana menjaga kondisi kandungan istri yang masih muda sekali. Jarak kantor dan rumah sekitar 33 km (PP 66km), lintas kota. Dan setiap harinya kami berdua boncengan naek motor. Selama istri mengandung kecepatan motor saya cuman 30-50 km/jam.. bener-bener lambat. Sesekali harus berhenti di pom bensin, karena intensitas buang air kecil istri jadi lebih sering ketika hamil.

Rutinitas ini kami lalui sekitar 7 minggu usia kandungan istri, sampai akhirnya istri mengalami flek.

Saya masih ingat malam itu istri merasa kesakitan yang luar biasa, kemudian saya dan keluarga istri membawanya ke rumah sakit terdekat. Saat itu sudah masuk minggu terakhir kerja menjelang lebaran. Jadi susah sekali mencari dokter kandungan yang standby. Untungnya masih ada dokter piket. Dokter kandungan yang piket itu memberikan penguat ke istri dengan harapan janin bisa dipertahankan.

Menjelang subuh istri makin kesakitan. Setelah sholat saya bawa lagi istri ke rumah sakit. Kata perawat, dokter baru bisa datang jam 8an pagi. Jadi kami diminta menunggu. Selama menunggu itu istri kesakitan luar biasa dan makin gak karuan. Sampai akhirnya ketika beberapa kali buang air kecil, istri mengeluarkan gumpalan2 daging yang ternyata itu adalah janin calon anak kami.. Calon anak pertama kami tidak bisa dipertahankan..

Hari itu, hari ketika semua umat Islam menjalankan ibadah sholat ied dan merayakan lebaran. Istri harus opname selama satu hari penuh. Saya tidak bisa pergi kemana-mana karena hampir setiap 15 menit istri minta buang air kecil. Pispot pun tidak memadai, jadi lebih sering saya gendong ke toilet. Oya, saat itu dokter menyarankan rahim istri untuk dikuret, tapi saya menolak. Saya paling takut kalo peralatan medis masuk di tubuh istri. Dan Alhamdulillah rahim istri akhirnya bersih dengan sendirinya tanpa dikuret.

Sabar sayang, insyaAllah Allah SWT akan menggantikan semuanya dengan yang lebih baik..

Sehari setelah opname, saya dan istri harus terbang ke Surabaya.. lanjut ke Jombang, karena keluarga saya sudah menyiapkan acara ngunduh mantu.. Undangan ke sodara dan teman-teman keluarga sudah disebarkan, tidak bisa dibatalkan, meskipun kondisi istri masih lemah.

*mohon maaf kepada semua teman-teman di Jombang yang tidak sempat saya undang. Dalam kondisi panik selama istri kesakitan sampai akhirnya keguguran, saya sudah tidak ingat lagi kapan harus mengundang teman-teman semua.. Maafkan..

cerita berlanjut…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers